Hati-hati di Jalan

dulu waktu kecil ada tetangga sebelah rumah, namanya mas Ari, orang jawa. orangnya ramah sekali jadinya kita seneng maen sama dia. usianya cuma beda 2 tahun diatas saya. dimana-mana yang namanya orang ramah pasti menyenangkan untuk diajak bergaul.

suatu hari saya lewat depan rumahnya, mau pergi beli sesuatu diseberang jalan, kebetulan mas Ari lagi didepan rumah, disapa

mas ari :”mau kemana di?”
ka :”mau kedepan :D
mas ari :”oke deh, hati-hati dijalan ya :D
ka :”ya.. :D

kata “hati-hati dijalan” itu begitu membekas dihati saya. saya suka mendengarnya. sekilas terkesan biasa saja namun ternyata kata ini begitu berpengaruh didalam hati. sepatah kata yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang dari seorang kawan pada kawannya. jaman kita kecil dulu mana ada yang bilang gitu, biasanya bilangnya “yo” atau “iya dah” gitu aja.

karena kata-kata itu indah, saya menyimpannya dalam hati. buat saya kata-kata itu adalah harta yang bisa kita bagi-bagikan buat orang lain.

saya seorang peniru, dan saya suka menirukan kata-kata yang baik yang saya pelajari dari orang lain.

karena saya suka mendengar kata “hati-hati dijalan” maka dikemudian hari jika akan berpisah dengan teman atau melepas kepergian sahabat atau teman saya biasa mengatakan “hati-hati dijalan ya” sebagai bentuk pernyataan rasa perhatian dan kasih sayang padanya.

kebiasaan baik ini saya ajarkan kepada anak buah ditpa, melalui ucapan saat mereka akan pulang kerumah,

puput :”kak, saya pulang dulu ya..”
ka :”iya put, bisa nyeberang sendiri?”
puput :”bisa dong :D , liat kiri kanan kan?”
ka :”iya :) , hati-hati dijalan ya sayang ya”
puput :” iya kak :)

“hati-hati dijalan” adalah sebuah nasehat agar kita menjaga diri selama diperjalanan, ia juga adalah kata-kata yang bisa ‘menghangatkan’ hati manakala ia diresapi sebagai bentuk perhatian yang diberikan seseorang kepada kita.

bersikap ramah kepada saudara dan bertutur yang baik merupakan amalan kebaikan, bahkan bila seseorang tidak mendapatkan harta untuk disedekahkannya maka mengucapkan kalimat yang baik dapat menggantikannya, karena kata-kata yang baik itu adalah sedekah,

Rasulullah bersabda,
“Jagalah diri kalian dari api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong kurma. Namun siapa yang tidak mendapatkan sesuatu yang bisa disedekahkannya maka dengan (mengucapkan) kata-kata yang baik.”
(HR. Al-Bukhari no. 6023 dan Muslim no. 2346)

Rasulullah juga pernah berpesan kepada sahabatnya Abu Dzar Al-Ghifari,
“Jangan sekali-kali engkau meremehkan perkara kebaikan walaupun hanya berwajah cerah ketika engkau bertemu dengan saudaramu.”
(HR. Muslim no. 6633)

bersikap ramah kepada teman, menunjukkan rasa kasih sayang kepada mereka adalah termasuk akhlaq yang baik. seperti sekedar menanyakan,
“Bagaimana kabarmu?”,
“Bagaimana keadaanmu?”,
“Bagaimana kabar saudara-saudaramu?”,
“Bagaimana dengan keluargamu?”,
dan yang semisalnya.

kalimat-kalimat seperti ini akan meresapkan kebahagiaan di hati orang yang mendengarnya. setiap kata-kata yang baik adalah sedekah di sisi Allah.
Rasulullah bersabda,
“Kata-kata yang baik adalah sedekah.”
(HR. Al-Bukhari no. 2707 dan Muslim no. 2332)

“hati-hati dijalan” termasuk kata-kata yang baik yang akan menyenangkan hati orang yang mendengarnya.

maka biasakanlah mengucapkan kata baik ini kepada teman atau saudara untuk menunjukkan rasa perhatian kita padanya dan untuk menyenangkan hatinya :)

Facebook0Twitter0Google+8807

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Hit Counter provided by orange county divorce attorney